Kira-kira kemampuan menakjubkan apa saja yang ada pada otak bayi?
Berikut 9 kemampuan menakjubkan dari otak bayi seperti dikutip dari LiveScience, Rabu (14/3/2012) antara lain:
1. Mengetahui siapa yang memiliki kedudukan lebih tinggi
Dari usia 10 bulan, bayi mengetahui dan mengerti hal-hal yang cukup benar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bayi mengerti hirarki (urutan kedudukan) sosial dan mengetahui ukuran yang dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab.
2. Mengerti ekspresi emosi anjing
Bahkan sebelum bayi dapat mengatakan kata 'mama' dan 'papa', bayi telah dapat menguraikan dan mengerti emosi anjing. Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bayi usia 6 bulan telah dapat menunjukkan bahasa tubuh yang sesuai.
"Emosi adalah salah satu hal pertama yang dapat ditangkap bayi dalam dunia sosial," kata pemimpin peneliti Ross Flom, seorang profesor psikologi di Brigham Young University, Utah.
Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology.
3. Memahami suasana hati dan emosi
Sementara bayi masih belum dapat berbicara, ia mungkin tahu kapan orang dewasa sedang merasa terpuruk. Sekitar usia 5 bulan, bayi dapat secara akurat memilih sebuah lagu yang dapat membangkitkan emosi positif.
Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2010 dalam jurnal Neuron. Pada usia 9 bulan, bayi juga dapat mengidentifikasi suara sedih dari beberapa lagu.
4. Dapat menari mengikuti irama musik
Berbicara tentang musik, bayi tidak dapat jika tidak bereaksi ketika mendengar musik tersebut. Tidak hanya telinga bayi yang dapat mengikuti ketukan, bayi sebenarnya dapat menari. Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010.
Bayi dapat melakukan gerakan tari dengan tangan, kaki dan badannya sesuai dengan irama atau alunan musik. Kemampuan menari adalah bawaan pada manusia, meskipun para peneliti tidak yakin mengapa hal tersebut dapat berevolusi.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.
5. Meniru tindakan orang lain
Sebuah studi pada tahun 2009 mengungkapkan ketika bayi berusia 9 bulan yang melihat orang dewasa sebagai sebuah objek, maka daerah motor di otak bayi akan diaktifkan seolah-olah benar-benar melakukannya.
Para peneliti studi menunjukkan bahwa neuron cermin yang banyak berperan. Bayi memiliki kemampuan prediktif yang dapat membantunya menanggapi tindakan orang lain. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Biology Letters.
6. Belajar dengan cepat saat tidur
Menurut sebuah studi pada tahun 2010, bayi rupanya bisa belajar bahkan saat tidur. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang melibatkan 26 bayi yang sedang tidur.
"Seperti bayi yang baru lahir menghabiskan sebagian besar waktu mereka tidur, kemampuan tersebut mungkin penting untuk dapat cepat beradaptasi dengan dunia di sekitarnya dan membantu untuk memastikan kelangsungan hidup bayi," kata peneliti.
Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.
7. Bayi dapat mengerti suara yang ditujukan pada mereka
Dalam sebuah studi pada tahun 2006, bayi yang berusia 7 bulan dapat mengerti suara atau bunyi yang ditujukan pada mereka. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.
8. Dapat membedakan dua bahasa yang berbeda
Pada penelitian pada tahun 2007 yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa, bayi usia 4-6 bulan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat orang yang berbicara kepadanya mengucapkan kalimat dalam bahasa yang berbeda.
Hal tersebut menunjukkan bahwa bayi dapat membedakan antara kedua bahasa tersebut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi mulai memahami tata bahasa, pengolahan tata bahasa dan kata-kata secara bersamaan pada usia 15 bulan.
"Bayi yang baru lahir dapat dikatakan cerdas dalam bahasa karena bayi memiliki kemampuan dengan mudah belajar salah satu bahasa di dunia," kata psikolog George Hollich dari Purdue University.
9. Dapat menilai karakter orang cukup baik
Mengelompokkan orang lain sebagai bermanfaat atau berbahaya sangat penting ketika memilih teman. Dan kemampuan tersebut dapat mulai dimiliki sejak bayi.
Kemampuan menilai karakter dapat menjadi langkah pertama bayi dalam pembentukan moral. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2007 di jurnal Nature.(del/ir)
"Jangan sekali-kali kalau jenguk pasien di rumah sakit Anda duduk di ranjangnya," tegas Dr Robert Imam Sutedja, Ketua Kompartemen Umum dan Humas Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) dalam acara konferensi pers 'Simposium Ilmiah Teknologi Mutakhir sebagai Perlindungan dari Kuman', di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (10/1/2013).
Menurut Dr Robert, rumah sakit adalah sarangnya penyakit. Duduk di ranjang pasien di rumah sakit sama artinya membuka peluang untuk tertular atau menularkan kuman penyakit.
Meski penyakit pasien yang dijenguk tidaklah menular, namun kontak fisik jarak dekat dan bersentuhan langsung dengan peralatan di rumah sakit akan mempermudah transmisi kuman yang menyebabkan infeksi nosokomial, yakni infeksi yang terjadi akibat interaksi yang berlangsung di rumah sakit.
"Pertama nularin ke kita (pengunjung atau penjenguk) dan kedua membuat pasien tidak nyaman," tambah Dr Robert.
Rumah sakit merupakan breeding ground atau tempat berkembang biaknya kuman. Penularan kuman terjadi melalui cara:
1. Interaksi langsung maupun tidak langsung yang terjadi di rumah sakit, antara petugas medis kepada pasien, pasien satu kepada pasien lainnya, pasien kepada orang yang berkunjung.
2. Penularan melalui udara, misalnya saat bersin, batuk dan berbicara. Kontak jarak dekat antara kurang dari 60 cm-1 m dapat mempermudah transmisi ini.
3. Penularan melalui inhalasi, di mana bakteri ukuran kurang dari 5 mm dapat bertahan hidup di udara dalam jangka waktu panjang dan berpindah dengan jarak yang jauh.
Untuk mencegah infeksi nosokomial, pengunjung sebaiknya selalu memperhatikan kebersihan tangan. Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan pencuci tangan berbasis alkohol sebelum masuk dan keluar rumah sakit.
Selain itu, bila kondisi tubuh sedang tidak fit, misal sedang flu atau batuk, sebaiknya tidak mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk keluarga atau teman. Tidak hanya akan menularkan penyakit ke orang lain, tapi daya tahan tubuh yang sedang tidak fit juga memungkinkan Anda tertular infeksi lain di rumah sakit.(mer/vit)
Terkadang, kita menggunakan benda-benda sehari-hari dengan enjoy saja tanpa tidak tahu/mau tahu tentang seluk beluk benda tersebut seperti penemunya, cara kerja mekaniknya dan teknologi yang digunakan. Akan tetapi berkat kerja keras para ilmuwan dari NASA atau National Aeronautics and Space Administration yang meneliti dan melakukan segala daya upaya untuk mengembangkan peralatan angkasa luar, maka jadilah teknologi tersebut teraplikasi pada benda-benda yang mungkin kamu gunakan tiap harinya. Berikut ini saya menginformasikan 10 penemuan teknologi dari NASA yang kebanyakan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Penemuan pertama: Filter Air.
Air, adalah zat yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena manusia tak dapat hidup tanpa air, kemampuan untuk menyuling air kotor menjadi air bersih adalah pencapaian yang luar biasa dari ilmu pengetahuan.
Para astronot butuh cara untuk mendapatkan air bersih di luar angkasa, karena bakteri dan penyakit dapat menjadi lebih mematikan di angkasa. Teknologi penyaringan air telah dikenal sejak awal 1950an, tetapi NASA ingin mengetahui bagaimana memurnikan air pada situasi yang ekstrim dan menjaga air tetap bersih untuk periode yang lama.
Jika kau melihat filter air, kau biasanya dapat menemukan bongkahan-bangkahan kecil arang di dalam filter. Terkadang, ketika kamu pertama kali menggunakan filter air, kamu akan menemukan flek hitam kecil dari bongkahan-bongkahan itu. Arang ini diaktivkan dan mengandung ion-ion perak yang menetralkan bakteri pathogen dalam air. Bersamaan dengan membunuh bakteri dalam air, filter juga menekan pertumbuhan bakteri. Perusahaan-perusahaan besar telah menerapkan teknologi ini dan telah membawa pada kita sistem penyaringan air. Jutaan orang telang menggunakan filter air dirumah mereka tiap hari.
2. Penemuan kedua: Peralatan-Peralatan Tanpa Kabel.
Ketika kamu membersihkan debu dan kotoran di lantai rumah menggunakan penyedot debu tanpa kabel, kau sedang menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan astronot di bulan. Meskipun Black & Decker telah menemukan pertama kalinya alat-alat bertenaga batterai pada tahun 1961, penemuan yang mirip dari NASA menyempurnakan teknologi dari Black & Decker seperti instrumen medis nirkabel atau penyedot debu bentuk genggam dan lain-lain.
Pada pertengahan 1960an, dalam persiapan misi Apollo ke bulan, NASA memerlukan alat untuk mengambil sampel dari batuan dan tanah di bulan. Bor menjadi kecil dan ringan, kompak dan cukup bertenaga untuk menggali lebih dalam permukaan bulan. Karena mencari colokan listrik di bulan sangatlah tidak mungkin, NASA dan Black & Decker menemukan dan mengembangkan alat-alat bertenaga batterai, bor magnet. Digunakan dalam konteks lingkungan luar angkasa, Black & Deckermengembangkan sebuah program komputer untuk peralatan yang mengurangi konsumsi daya dan memaksimalkan penggunaan batterai.
Setelah proyek NASA, Black & Decker mengaplikasikan prinsip kerja peralatan tadi untuk membuat peralatan lain menjadi bertenaga batterai yang dapat digunakan masyarakat sehari-hari.
3. Penemuan ketiga: Lapisan Khusus Pada Jalan.
Lapisan pada jalan raya ini memungkinkan gaya gesek yang lebih tinggi terhadap ban untuk menekan jumlah kecelakaan akibat tergelincir. Nah lapisan ini pada awalnya digunakan oleh NASA pada lapangan udara tempat pesawat ulak alik mendarat.
Sekarang, banyak jalan-jalan tol diseluruh dunia menggunakannya untuk menambah gaya gesek pada ban sehingga grip lebih kuat. Inti permasalahannya adalah menjadikan pijakan tidak licin meski terdapat air sekalipun pada permukaannya. Contoh, pada kolam renang modern juga terdapat lapisan ini pada tepiannya.
4. Penemuan keempat: Detektor Asap Yang Dapat Disetel.
Dimana ada asap, pasti ada api. Para insinyur NASA tahu pakta simpel itu ketika mereka mendesain Skylab pada tahun 1970an. Skylab adalah stasiun luar angkasa pertama milik Amerika, dan para astronot harus tahu jika api dan asap tidak boleh ada di dalam ruangan stasiun. Bekerja sama dengan perusahaan Honeyball, NASA menemukan detektor asap pertama dengan tingkat kesensitifitasan yang berbeda-beda untuk menekan kesalahan bunyi alarm.
Untuk memasarkan pada konsumen, produk ini dinamakan ionization smoke detector. Yang berarti alat ini menggunakan sebuah elemen radio aktif bernama americium-241 untuk mendeteksi asap dan gas berbahaya. Ketika partikel bersih(oksigen dan nitogen) bergerak melalui detektor, americium-241 mengionisasi partikel tersebut, yang menghasilkan partikel elektrik. Jika partikel asap memasuki detektor, asap akan mengganggu interaksi detektir dan oksigen, dan kemudian memicu alarm untuk berbunyi.
5. Penemuan kelima: Telekomunikasi Jarak Jauh.
Telepon jarak jauh mungkin sudah bukan hal asing bagi sebagian besar kita. Telepon seluler dan sarana layanan melalui VoIP telah menjadi teknologi murah meriah sekarang ini. Meski penemu telepon bukanlah orang NASA, akan tetapi yang dimaksud telekomunikasi jarak jauh disini bukan sekedar telepon saja. Bahkan teknologi itu dikembangkan beberapa dekade lamanya.
Sebelum manusia dikirim ke luar angkasa, NASA membangun satelit-satelit yang dapat dikomunikasikan dengan manusia di bumi dan menunjukkan seperti apa luar angkasa itu. Menggunakan teknologi satelit yang sama, sekitar 200 satelit komunikasi diorbitkan di luar angkasa setiap harinya. Satelit-satelit ini mengirim dan menerima pesan. Satelit-satelit ini membuaat kita dapat menelepon teman kita di Italia sementara kita berada di Indonesia. NASA mengawasi lokasi dan kondisi tiap satelitnya dan memastikan kita dapat menikmati sarana komunikasi jarak jauh setiap harinya.
6. Penemuan keenam: Teknologi Sol Sepatu.
Saat ini sepatu athletik mengadopsi teknologi dari sepatu boot yang digunakan Neil Armstrong. Bagaimana bisa?
Seluruh pakaian luar angkasa didesain untuk misi Apollo termasuk desain sepatunya. Sepatu yang dipakai para astronot menggunakan pegas kecil yang ditanamkan dalam bagian bawah sepatu. Pegas ini membantu para astronot untuk melangkah lebih nyaman di bulan. Berbagai perusahaan sepatu athletik mengadopsi teknologi ini untuk membuat sepatu yang dapat mengurangi dampak buruk pada kaki dan persendian di kaki.
Pada pertengahan 1980an, perusahaan sepatu KangaROOS USA mengaplikasikan prinsip kerja teknologi ini dan material yang dipakai sepatu astronot pada jajaran model sepati athletik baru yang diproduksi secara masal. Dengan bantuan dari NASA, KangaROOS mematenkan teknologi busa Dynacoil three-dimensional polyurethane yang mendistribusikan gaya pada kaki yang timbul ketika berjalan atau berlari. Dengan mencampurkan serat kedalam bahan busa, sepatu KangaROOS menyerap energi dari kaki yang menghantam landasan/jalan, dan memantulkan kembali energi itu ke kaki.
Sekarang, perusahaan-perusahaan sepatu lain, AVIA, juga menggunakan teknologi sepatu astronot pada sepatu athletik.
7. Penemuan ketujuh: Thermometer Telinga.
Memeriksa suhu badan ketika sakit dapat menjadi sebuah pekerjaan yang rumit. Thermometer standard(mercury) sangat sulit untuk dibaca, dan jenis yang rektal sungguh tidak nyaman untuk digunakan. Pada tahun 1991, thermometer inframerah yang ditempatkan pada telinga merubah segala kesulitan tadi, menyederhanakan dan mempercepat proses pemeriksaan.
Diatek, yang mengembangkan jenis thermometer ini, melihat bahwa lamanya waktu perawat dalam memeriksa suhu sangatlah perlu penanganan. Sekitar satu milyar kali pengecekkan suhu yang terjadi di rumah sakit di Amerika yiap tahunnya, perusahaan berpikir untuk menyelamatkan waktu yang berharga dan terbuag dalam pengecekkan dengan menggunakan mercury. Sebagai pengganti, Diatek mengambil keuntungan dari teknologi NASA tentang kemajuan dalam bidang teknologi suhu bintang dengan teknologi inframerah.
Bersama dengan laboratorium Jet Propulsion milik NASA, perusahaan Diatek menemukan sensor inframerah yang layak untuk ditanamkan dalam thermometer. Thermometer telinga dengan sensor infra merah mengambil suhu pada telinga yang dikeluarkan oleh gendang telinga pada lubang telinga. Karena gendang telinga berada pada bagian dalam tubuh, gendang telinga bersuhu sama dengan suhu dalam tubuh alias lebih presisi dalam hasil yang terdeteksi. Thermometer infra merah yang berada di rumah sakit dapat mengukur suhu kurang dari 2 detik.
8. Penemuan kedelapan: Busa.
NASA membantu orang-orang tidur lebih nyenyak pad malam hari. Busa tamper diproduksi oleh beberapa perusahaan dalam banyak merk. Padahal aslinya diproduksi untuk penerbangan ke luar angkasa.
Pada awalnya, busa dibuat untuk jok kursi pesawat luar angkasa untuk mereduksi getaran dan hantaman saat mendarat. Busa itu sendiri terbuat dari sejenis plastik polyurethane-silikon. Busa ini dapat menyerap ketaran dan tekanan bahkan jika busa harus digencet sampai menjadi 1/10 ukuran semula.
Tapi sekarang, pemakaian busa itu tak hanya oleh penerbangan luar angkasa, akan tetapi juga dipakai pada jok mobil dan sofa dirumah dan tempat tidur.
Dalam bidang kesehatan, dokter bedah tulang juga menggunakan komposisi busa khusus ini untuk membiat bantalan pada sendi antara tulang.
9. Penemuan kesembilan: Lensa Anti-Gores.
Jika kamu menjatuhkan kacamata ke lantai, lensanya kadang tidak akan pecah. Itu karena pada tahun 1972, badan administrasi pangan memilih pembuatan lensa dengan plastik dari pada dengan kaca. Plastik lebih murah, lebih baik dalam menyerap radiasi sinar ultraviolet, lebih ringan, dan tidak mudah pecah. Tetapi, plastik juga mempunyai kelemahan. Plastik yang belum diberi lapisan sangat mudah tergores, dan goresan tersebut dapat mengganggu penglihatan.
Karena partikel kotor juga ada di lingkungan luar angkasa, NASA membutuhkan lapisan khusus untuk melindungi peralatannya, seperti visor helm yang dipakai para astronot. Mangambil kesempatan, Foster-Grant sebuah perusahaan manufaktur kacamata membeli hak cipta dari NASA untuk teknologi ini. Lapisan khusus membuat lensa plastik sepuluh kali lebih tahan terhadap goresan dari pada lensa yang tak diberi lapisan.
10. Penemuan kesepuluh: Kawat Gigi Yang Tak Terlihat.
Banyak dari remaja yang memakai kawat gigi dewasa ini. Menyebabkan mulut terlihat penuh dengan kawat. Tapi tidak akan lagi di masa depan, karena kawat gigi tak terlihat telah memasuki pasar pada tahun 1987, dan sekarang telah banyak jenisnya dan merknya juga.
Kawat gigi tak terlihat dibuat dari bahan bernama translucent polycrystalline alumina (TPA). Perusahaan bernama Ceradyne mengembangkan TPA bekerjasama dengan riset lanjutan NASA dalam bidang keramik untuk melindungi antena inframerah pada radar misil.
Beberapa waktu kemudian, perusahaan lain bernama Unitek mengembangkan desain baru untuk kawat gigi. Desain itu lebih estetis dan nyaman serta tikak mengkilap. Kawat gigi jenis ini ditemukan bahwa TPA dapat menjadi bahan yang tepat karena cukup kuat untuk menahan gigi dan tidak mengkilap, menjadikan TPA digunakan untuk memproduksi kawat gigi tak terlihat. Karena kepopulerannya yang instan, kawat gigi tak terlihat menjadi produk yang paling sukses dalam bidang industri orthodontik.
Sumber Artikel : http://www.whooila.com/2011/12/10-penemuan-nasa-yang-kita-gunakan.html#ixzz2LAgZFl9t
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh
SALAH satu area yang paling sering kita kunjungi setiap harinya adalah kamar mandi. Yup, demi menuntaskan “panggilan alam”, meski berada di luar rumah, kita pun harus menggunakan toilet umum.
Nah, faktor higienitas dan kenyamanan patut diperhatikan bukan? Seperti kita tahu, keberadaan kloset jongkok akhir-akhir ini mulai tergantikan dengan kloset duduk. Alasan kepraktisan dan modernisasi memang diutamakan. Tapi tahukah Moms, sumber penyakit berupa bakteri atau virus “menghantui” kloset duduk yang sehari-hari digunakan untuk umum!
Simak artikel berikut seputar kesehatan si pengguna toilet:
Plus-Minus Kloset Duduk
Saat menggunakan kloset duduk, rasa nyaman lebih terasa karena saat BAB atau BAK tak menyebabkan perut tertekan sekaligus menghindari timbulnya rasa pegal pada kaki, paha, betis, lutut, dan punggung.
“Biasanya orang yang lanjut usia, ibu hamil, individu yang mengalami obesitas, hingga yang memiliki masalah kesehatan utamanya yang berhubungan dengan tulang, otot dan persendian kaki memilih untuk menggunakan kloset duduk. Kloset jenis ini juga tepat digunakan pada orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot serta keseimbangan tubuh yang buruk,” jelas dr Muki Partono SpOT dari Rumah Sakit Jakarta.
Walaupun terkesan lebih simpel, namun perlu dicermati faktor kebersihannya. Apalagi jika kita memanfaatkan fasilitas umum yang notabene higienitasnya jauh berbeda dengan higienitas di rumah pribadi yang masih bisa dikontrol.
Wanita Lebih Rentan Terkena ISK
“Saat duduk, tentu bagian paha dan bokong harus menempel pada dudukan kloset. Hal inilah yang rentan menjadi sarana perpindahan kuman dan virus penyakit yang ada pada permukaan dudukan kloset,” tutur dr Dewi Ratih Hendarto Putri SpOG Msi Med dari Cinere Hospital.
Seraya mengamini, dr Nooryda Hardjono SpKK dari Skin Beauty, Menteng, Jakarta Pusat menambahkan, “Infeksi dapat menjalar ke saluran kencing dan alat kelamin wanita. Risiko yang paling ringan adalah infeksi pada kulit vagina yang bisa disebabkan bakteri atau jamur. Keluhannya gatal-gatal, kulit sekitar vagina memerah, daerah selangkangan gatal hingga memerah khususnya daerah antara vagina dan anus yang mengalami kontak dengan dudukan toilet.”
Tidak higienisnya kloset duduk dapat menyebabkan seseorang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat terpapar bakteri E. coli, Pseudomonas dan Klebsiella. Konon wanita lebih rentan terkena ISK loh Moms!
Dewi menjelaskan, “Posisi kandung kemih yang berdekatan dengan vagina yang menyebabkan kerentanan itu terjadi. Sedangkan vagina rentan menjadi sumber kuman dan bakteri, sehingga saat terjadi infeksi dengan mudah dapat menjalar ke saluran kemih. Lain halnya dengan laki-laki, selain karena saat BAK pun posisinya berdiri sehingga dapat meminimalisir organ intim bersentuhan dengan dudukan kloset. Jarak antara penis dan kandung kemih lebih jauh, salurannya lebih panjang sehingga bakteri atau virus sulit masuk, kemungkinan berpindahnya jadi lebih kecil.”
“Umumnya gejala awal yang timbul jika seseorang terkena ISK adalah keputihan serta anyang-anyangan, yaitu keinginan untuk buang air kecil secara terus-menerus, padahal keluarnya hanya sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali,” imbuh Nooryda.
Nooryda kembali menegaskan, “Ingat! Infeksi yang terjadi pada kelamin atau mulut vagina dapat menjalar lebih dalam lagi! Jika hal itu terjadi dapat mengakibatkan Endometritis (infeksi rongga rahim) hingga infeksi Salpingitis (saluran telur) yang menyebabkan tertutupnya saluran telur sehingga penderita tidak dapat memiliki keturunan.”
Jangan Jongkok di Toilet Duduk!
Solusinya? Eits, jangan salah kaprah! Sebagian orang kadang memilih jalan pintas dengan berjongkok di atas kloset duduk untuk menghindari dudukan kloset yang kotor.
“Hal itu tidak boleh dilakukan! Karena bahan pembuat kloset cenderung licin dan tidak mampu menahan berat manusia yang bertumpu pada satu titik. Akibatnya saat Anda kesulitan menyeimbangkan tubuh, utamanya orang yang memiliki gangguan tulang, sendi dan otot kaki, bisa jadi Anda justru terpeleset dan terjerembab ke dalam toilet. Ini malah lebih bahaya. Selain pantat Anda jadi menyentuh dasar toilet yang penuh bakteri, kuman dan virus penyakit, cedera atau luka serius bisa terjadi!” tegas Muki.
Siasati Penggunaan
Tip dr Dewi Ratih Hendarto Putri SpOG Msi Med saat menggunakan kloset duduk di ruang publik:
- Jangan lupa bersihkan dudukan kloset terlebih dulu sebelum menggunakannya. Di beberapa mal besar dan area publik, biasanya menyediakan cairan pembersih dudukan kloset sejenis disinfektan di dalam kubikel toilet. Sebagai pengganti, Anda juga dapat menggunakan cairan antiseptik yang biasa dijual di apotek. Gunakan tisu untuk membalurkan cairan tersebut. Setelah dibalurkan merata pada dudukan kloset, diamkan sekitar 2-3 menit hingga kering dan cairan bekerja maksimal.
- Selain cairan disinfektan, beberapa tempat umum biasanya menyediakan kertas khusus pelapis dudukan kloset. Pastikan Anda memasang kertas tersebut dengan tepat, jangan sampai terbalik! Duduklah dengan perlahan agar kertas tidak bergeser dari posisi yang semestinya. Kertas toilet hanya dapat digunakan satu kali saja, jadi segera buang setelah kloset selesai digunakan. Kertas ini dapat dibeli di supermarket dan toko peralatan rumah tangga.
- Jika tak ada cairan disinfektan maupun kertas pelapis toilet, gunakan tisu gulung yang tersedia. Lapisi seluruh dudukan kloset hingga tertutup sempurna, jika memungkinkan buat dua hingga tiga lapisan agar sisa-sisa air di dudukan kloset tidak tembus. Duduk secara perlahan agar tisu tidak bergeser atau jatuh, segera buang setelah selesai menggunakan kloset.
- Jangan membuka dudukan kloset saat ingin digunakan, karena posisi bokong Anda akan semakin mendekati lubang kloset dan kemungkinan menyentuh pinggiran dalam kloset yang higienitasnya buruk akan lebih besar.
- Untuk penggunaan di rumah, naikkan dudukan kloset setiap kali selesai digunakan, tujuannya agar permukaannya kering. Kuman, bakteri, virus senang loh berkembang-biak di tempat yang lembap!
Sumber Artikel : http://www.whooila.com/2010/12/mana-lebih-baik-kloset-duduk-vs-jongkok.html#ixzz2LAeyo58G
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh
Ilmu psikiatri mengenal jenis sindrom atau gejala khas yang berhubungan dengan budaya, salah satunya bisa ditemukan di Jepang. Sedikitnya, orang Jepang punya 4 gangguan perilaku aneh yang jarang terjadi pada individu yang berasal dari kebudayaan lain.
Sindrom yang berhubungan dengan budaya tertentu disebut culture specific syndrome. Sebagian besar merupakan gangguan mental dan perilaku, meski ada juga yang berupa penyakit fisik misalnya sindrom Nakalanga di Uganda yang menyebabkan penderitanya muntah terus menerus.
Meski masih kontroversial karena belum banyak diteliti, culture specific syndrome diakui sebagai kategori tersendiri dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental DisordersAmerican Psychiatric Association. Di dalamnya terdapat sejumlah sindrom unik dari berbagai kebudayaan.
Salah satunya adalah sindrom unik dari Jepang yakni Taijin Kyofusho yang kurang lebihnya bisa diartikan sebagai gangguan (sho) rasa takut (kyofu) terhadap hubungan interpersonal (taijin). Dalam bahasa Inggris, sindrom ini disebut dengan istilah social anxiety disorder.
Meski demikian, gejala yang muncul dalam Taijin Kyofusho sangat khas dan tidak sama seperti social anxiety disorder pada orang barat. Gejalanya hanya dialami oleh orang yang hidup dengan kebudayaan Jepang atau beberapa kebudayaan lain di Asia Timur.
Dikutip dari Informahealthcare, keempat gejala yang termasuk sindrom Taijin Kyofusho adalah sebagai berikut. (DSM) yang disusun oleh :
Sekimen-kyofu, yakni takut melihat wajah yang bersemu kemerahan (ereuthophobia)
Shubo-kyofu, yakni takut pada cacat tubuh atau (body dysmorphic disorder)
Jikoshisen-kyofu, yakni takut untuk menatap lawan bicara
Jikoshu-kyofu, yakni takut pada bau badan sendiri (osmophobia)
Dr Katsuaki Suzuki dari Hamamatsu University membuktikan dalam sebuah penelitian terbaru, sindrom ini memang banyak dialami oleh penduduk Asia khususnya Jepang. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat ditemukan di masyarakat yang hidup dengan kebudayaan barat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatry tersebut mengungkap, orang Jepang lebih rentan dibanding orang Barat untuk mengalami sindrom tersebut karena adanya konsep tentang rasa malu. Orang Jepang umumnya tak cuma takut merasa malu tapi juga tak ingin mempermalukan lawan bicara.
Sumber Artikel : http://www.whooila.com/2010/12/taijin-kyofusho-sindrom-aneh-orang.html#ixzz2LAeGKdPq
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh


