0 com
Kopi terbukti paling ampuh untuk mengusir rasa kantuk. Namun efek samping kopi kurang disukai para pengendara mobil karena bikin beser dan harus sering-sering berhenti mencari toilet. Alternatifnya, pasang saja lampu biru di kabin.
Para ilmuwan di Universite Bordeaux Segalen baru-baru ini membuktikan nyala lampu berwarna biru sama manjurnya dengan efek kafein dalam kopi dalam mengusir kantuk. Tentunya tanpa disertai beser atau sering buang air kecil seperti yang terjadi usai minum kopi.
Temuan ini diharapkan bisa menginspirasi desain mobil atau kendaraan yang lebih aman di masa mendatang. Dengan memasukkan lampu berwarna biru sebagai bagian dari desain interior mobil moderen, maka angka kecelakaan akibat pengemudi mengantuk diharapkan akan berkurang.
Eksperimen terhadap 48 pengemudi yang menempuh jarak 400 km menunjukkan, tingkat kesalahan yang dilakukan pengemudi berkurang berkat lampu biru. Pelanggaran marka jalan dilakukan 15 kali oleh pengemudi yang terpapar lampu biru, 13 kali pada pengemudi yang minum kopi dan 26 kali pada pengemudi yang tidak mendapat apa-apa.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE ini membuktikan bahwa warna biru bisa meningkatkan kewaspadaan dengan merangsang sel-sel ganglion retina. Dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/11/2012), sel-sel tersebut terdapat pada retina yakni lapisan yang terletak di bagian belakang bola mata.
Sel-sel ganglion retina tersebut juga terhubung dengan saraf-saraf kesadaran. Oleh karena itu, rangsang di bagian ini bisa menungkatkan sekresi atau pelepasan melatonin yakni hormon yang membuat orang bisa terjaga dan tetap awas sepanjang malam.
Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sepertiga korban kecelakaan di jalan raya berhubungan dengan rasa kantuk. Gara-gara mengantuk, pengemudi bisa kehilangan kewaspadaan, kemampuan refleks dan persepsi visual dalam arti penglihatannya menurun.(up/vit)
Para ilmuwan di Universite Bordeaux Segalen baru-baru ini membuktikan nyala lampu berwarna biru sama manjurnya dengan efek kafein dalam kopi dalam mengusir kantuk. Tentunya tanpa disertai beser atau sering buang air kecil seperti yang terjadi usai minum kopi.
Temuan ini diharapkan bisa menginspirasi desain mobil atau kendaraan yang lebih aman di masa mendatang. Dengan memasukkan lampu berwarna biru sebagai bagian dari desain interior mobil moderen, maka angka kecelakaan akibat pengemudi mengantuk diharapkan akan berkurang.
Eksperimen terhadap 48 pengemudi yang menempuh jarak 400 km menunjukkan, tingkat kesalahan yang dilakukan pengemudi berkurang berkat lampu biru. Pelanggaran marka jalan dilakukan 15 kali oleh pengemudi yang terpapar lampu biru, 13 kali pada pengemudi yang minum kopi dan 26 kali pada pengemudi yang tidak mendapat apa-apa.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE ini membuktikan bahwa warna biru bisa meningkatkan kewaspadaan dengan merangsang sel-sel ganglion retina. Dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/11/2012), sel-sel tersebut terdapat pada retina yakni lapisan yang terletak di bagian belakang bola mata.
Sel-sel ganglion retina tersebut juga terhubung dengan saraf-saraf kesadaran. Oleh karena itu, rangsang di bagian ini bisa menungkatkan sekresi atau pelepasan melatonin yakni hormon yang membuat orang bisa terjaga dan tetap awas sepanjang malam.
Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sepertiga korban kecelakaan di jalan raya berhubungan dengan rasa kantuk. Gara-gara mengantuk, pengemudi bisa kehilangan kewaspadaan, kemampuan refleks dan persepsi visual dalam arti penglihatannya menurun.(up/vit)
sumber: health.detik.com
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
17.40
Saat sakit gigi terkadang orang baru ingin mencabut giginya agar terbebas dari rasa cenut-cenut. Tapi sebaiknya tidak sembarangan mencabut gigi, karena bisa jadi setelah cabut gigi timbul masalah baru terutama untuk 4 kelompok ini.
Gigi merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh seseorang hingga akhir hayatnya. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mencabut gigi.
"Jika giginya masih infeksi, maka gigi tidak boleh dicabut. Karenanya dokter akan memberikan perawatan terlebih dahulu untuk mengobati infeksinya, setelah infeksi hilang baru gigi bisa dicabut," ujar drg Arma Sastra Bahar PhD saat dihubungi detikHealth,Selasa (5/1/2010).
Mengapa harus menunggu infeksi sembuh baru gigi boleh dicabut?
Karena jika masih infeksi, gigi sudah dicabut akan merusak pembuluh darahnya yang berakibat kuman di gigi tersebut bisa menyebar ke organ-organ lain di tubuh seperti paru-paru, mata, hati atau organ lain yang justru dapat menimbulkan masalah baru. Inilah sebabnya kenapa kuman yang ada di gigi dan mulut bisa merusak organ lain.
drg Arma menuturkan selain kondisi gigi yang masih infeksi, beberapa orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga membutuhkan perhatian khusus sebelum dicabut, yaitu:
1. Penderita diabetes.
Umumnya orang yang memiliki diabetes akan sulit sembuh jika terjadi luka, sementara semua orang tahu bahwa mencabut gigi akan menimbulkan luka bolong yang besar. Karena itu sebaiknya mengontrol gula darah terlebih dahulu, jika kadarnya sudah normal maka gigi boleh dicabut.
2. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
Saat tekanan darah sedang tinggi, maka tekanan yang dihasilkan di pembuluh darah juga besar. Jika dilakukan cabut gigi, maka bisa menyebabkan pendarahan atau darah susah sekali dihentikan.
3. Ibu hamil.
Sebaiknya hindari mencabut gigi terutama saat usia kehamilan trimester pertama dan ketiga. Karena diduga obat bius (anestesi) yang diberikan sebelum mencabut gigi kemungkinan dapat menimbulkan kontraksi yang bisa berakibat pada keguguran.
4. Penderita sakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung, sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum mencabut gigi.
Prinsip yang harus dipegang oleh seorang dokter sebelum mencabut gigi adalah gigi tersebut memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Jika infeksi masih bisa diobati atau akar masih memegang gigi dengan kuat, maka gigi yang sakit tersebut tak perlu dicabut.
"Karena gigi merupakan aset seumur hidup. Mencabut satu gigi berarti menimbulkan satu kecacatan pada diri orang tersebut sama seperti kehilangan satu jari," ujar dokter yang berpraktik di RS Proklamasi, Jakarta.
Jika satu gigi saja dicabut, maka akan menimbulkan ruang diantara gigi disekitarnya. Ini memungkinkan gigi lain bergerak ke tempat yang kosong tersebut dan akibatnya gigi menjadi renggang. Jika ada jarak antar gigi maka bisa menyebabkan sisa-sisa makanan masuk rongga tersebut dan menjadi tempat pertumbuhan kuman yang dapat mengakibatkan infeksi.
Hal terpenting yang harus diperhatikan sebelum mencabut gigi adalah ketahui kondisi tubuh dari pasien tersebut serta riwayat penyakit yang sedang atau pernah dideritanya.
Gigi merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh seseorang hingga akhir hayatnya. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mencabut gigi.
"Jika giginya masih infeksi, maka gigi tidak boleh dicabut. Karenanya dokter akan memberikan perawatan terlebih dahulu untuk mengobati infeksinya, setelah infeksi hilang baru gigi bisa dicabut," ujar drg Arma Sastra Bahar PhD saat dihubungi detikHealth,Selasa (5/1/2010).
Mengapa harus menunggu infeksi sembuh baru gigi boleh dicabut?
Karena jika masih infeksi, gigi sudah dicabut akan merusak pembuluh darahnya yang berakibat kuman di gigi tersebut bisa menyebar ke organ-organ lain di tubuh seperti paru-paru, mata, hati atau organ lain yang justru dapat menimbulkan masalah baru. Inilah sebabnya kenapa kuman yang ada di gigi dan mulut bisa merusak organ lain.
drg Arma menuturkan selain kondisi gigi yang masih infeksi, beberapa orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga membutuhkan perhatian khusus sebelum dicabut, yaitu:
1. Penderita diabetes.
Umumnya orang yang memiliki diabetes akan sulit sembuh jika terjadi luka, sementara semua orang tahu bahwa mencabut gigi akan menimbulkan luka bolong yang besar. Karena itu sebaiknya mengontrol gula darah terlebih dahulu, jika kadarnya sudah normal maka gigi boleh dicabut.
2. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
Saat tekanan darah sedang tinggi, maka tekanan yang dihasilkan di pembuluh darah juga besar. Jika dilakukan cabut gigi, maka bisa menyebabkan pendarahan atau darah susah sekali dihentikan.
3. Ibu hamil.
Sebaiknya hindari mencabut gigi terutama saat usia kehamilan trimester pertama dan ketiga. Karena diduga obat bius (anestesi) yang diberikan sebelum mencabut gigi kemungkinan dapat menimbulkan kontraksi yang bisa berakibat pada keguguran.
4. Penderita sakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung, sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum mencabut gigi.
Prinsip yang harus dipegang oleh seorang dokter sebelum mencabut gigi adalah gigi tersebut memang sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Jika infeksi masih bisa diobati atau akar masih memegang gigi dengan kuat, maka gigi yang sakit tersebut tak perlu dicabut.
"Karena gigi merupakan aset seumur hidup. Mencabut satu gigi berarti menimbulkan satu kecacatan pada diri orang tersebut sama seperti kehilangan satu jari," ujar dokter yang berpraktik di RS Proklamasi, Jakarta.
Jika satu gigi saja dicabut, maka akan menimbulkan ruang diantara gigi disekitarnya. Ini memungkinkan gigi lain bergerak ke tempat yang kosong tersebut dan akibatnya gigi menjadi renggang. Jika ada jarak antar gigi maka bisa menyebabkan sisa-sisa makanan masuk rongga tersebut dan menjadi tempat pertumbuhan kuman yang dapat mengakibatkan infeksi.
Hal terpenting yang harus diperhatikan sebelum mencabut gigi adalah ketahui kondisi tubuh dari pasien tersebut serta riwayat penyakit yang sedang atau pernah dideritanya.
Sumber:DetikHealth
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
17.34
Agar giginya awet, biasanya orang akan membatasi konsumsi makanan manis. Padahal gigi rusak bukan ditentukan oleh banyaknya gula yang masuk, melainkan lamanya gula terlibat kontak dengan bakteri yang ada di mulut.
Karies atau kerusakan gigi akan terjadi saat bakteri yang ada di mulut mendapat makanan berupa gula sederhana. Oleh bakteri, gula-gula itu diubah menjadi asam yang akan merusak lapisan enamel dan menyebabkan gigi mengalami kerusakan.
Dikutip dari NY Times, Jumat (20/8/2010), bakteri butuh waktu kurang lebih 20 detik untuk mengubah gula menjadi asam. Bila tidak dibersihkan dengan cara berkumur, asam tersebut akan bertahan cukup lama di dalam mulut yakni sekitar 30 menit.
Saat mengkonsumsi makanan dan minuman manis, jelas tidak semua gula akan dimakan dan diubah menjadi asam oleh bakteri. Sebagian besar tentu saja akan langsung diteruskan ke kerongkongan sebelum para bakteri sempat mengubahnya menjadi asam.
Ini berarti dalam sekali suap atau sekali teguk, jumlah asam yang terbentuk sebanding dengan jumlah bakteri yang ada di mulut dan bukan sebanding dengan kadar gula dalam makanan atau minuman tersebut. Berapapun banyaknya gula yang masuk, jumlah asam yang dihasilkan akan sama asalkan disantap dalam waktu kurang dari 20 detik.
Sebaliknya meski jumlah gulanya lebih sedikit, asam yang terbentuk akan lebih banyak jika disantap berulang kali sedikit demi sedikit. Sebab cara ini akan memberi waktu bagi bakteri untuk mengubah gula menjadi asam dengan lebih efisien.
Sederhananya demikian, segelas kopi manis akan lebih merusak gigi jika dihabiskan dalam waktu beberapa jam dengan cara diseruput sedikit demi sedikit, dibandingkan dengan 2 atau 3 kali teguk berturut-turut selama beberapa menit saja.
"Faktor yang meningkatkan risiko kerusakan gigi bukan jumlah gula secara keseluruhan, melainkan pola Anda menyantapnya. Misalnya jika Anda selalu menyediakan kopi manis di meja untuk diseruput sepanjang hari," ungkap Dr Carole Palmer, seorang profesor kesehatan di Tufts University School of Dental Medicine.
Dengan alasan yang sama, beberapa dokter gigi tidak menganjurkan orang tua untuk terlalu sering menggunakan botol anti tumpah untuk memberi minuman manis pada anaknya. Botol yang didesain untuk sering diseruput melalui lubang kecil di tutupnya ini sering dikaitkan dengan kerusakan gigi pada anak-anak.
Menurut Dr Palmer, teori ini tidak hanya berlaku untuk gula tetapi juga segala sesuatu yang rasanya asam. Sebuah penelitian menunjukkan, permen asam jauh lebih membahayakan lapisan enamel gigi karena kandungan asamnya lebih tinggi dibandingkan permen manis.(up/ir)
Karies atau kerusakan gigi akan terjadi saat bakteri yang ada di mulut mendapat makanan berupa gula sederhana. Oleh bakteri, gula-gula itu diubah menjadi asam yang akan merusak lapisan enamel dan menyebabkan gigi mengalami kerusakan.
Dikutip dari NY Times, Jumat (20/8/2010), bakteri butuh waktu kurang lebih 20 detik untuk mengubah gula menjadi asam. Bila tidak dibersihkan dengan cara berkumur, asam tersebut akan bertahan cukup lama di dalam mulut yakni sekitar 30 menit.
Saat mengkonsumsi makanan dan minuman manis, jelas tidak semua gula akan dimakan dan diubah menjadi asam oleh bakteri. Sebagian besar tentu saja akan langsung diteruskan ke kerongkongan sebelum para bakteri sempat mengubahnya menjadi asam.
Ini berarti dalam sekali suap atau sekali teguk, jumlah asam yang terbentuk sebanding dengan jumlah bakteri yang ada di mulut dan bukan sebanding dengan kadar gula dalam makanan atau minuman tersebut. Berapapun banyaknya gula yang masuk, jumlah asam yang dihasilkan akan sama asalkan disantap dalam waktu kurang dari 20 detik.
Sebaliknya meski jumlah gulanya lebih sedikit, asam yang terbentuk akan lebih banyak jika disantap berulang kali sedikit demi sedikit. Sebab cara ini akan memberi waktu bagi bakteri untuk mengubah gula menjadi asam dengan lebih efisien.
Sederhananya demikian, segelas kopi manis akan lebih merusak gigi jika dihabiskan dalam waktu beberapa jam dengan cara diseruput sedikit demi sedikit, dibandingkan dengan 2 atau 3 kali teguk berturut-turut selama beberapa menit saja.
"Faktor yang meningkatkan risiko kerusakan gigi bukan jumlah gula secara keseluruhan, melainkan pola Anda menyantapnya. Misalnya jika Anda selalu menyediakan kopi manis di meja untuk diseruput sepanjang hari," ungkap Dr Carole Palmer, seorang profesor kesehatan di Tufts University School of Dental Medicine.
Dengan alasan yang sama, beberapa dokter gigi tidak menganjurkan orang tua untuk terlalu sering menggunakan botol anti tumpah untuk memberi minuman manis pada anaknya. Botol yang didesain untuk sering diseruput melalui lubang kecil di tutupnya ini sering dikaitkan dengan kerusakan gigi pada anak-anak.
Menurut Dr Palmer, teori ini tidak hanya berlaku untuk gula tetapi juga segala sesuatu yang rasanya asam. Sebuah penelitian menunjukkan, permen asam jauh lebih membahayakan lapisan enamel gigi karena kandungan asamnya lebih tinggi dibandingkan permen manis.(up/ir)
Sumber: Detikhealth.
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
17.33
KALAU ada orang yang memilih sakit gigi daripada sakit hati, tentu ia belum pernah merasakan sakit yang sebenar-benarnya. Padahal, sakit gigi merupakan gangguan kesehatan yang umum terjadi dan seringkali muncul tanpa gejala sebelumnya. Rasa sakitnya yang bervariasi mulai dari tajam, berdenyut, hingga konstan. Dari rasa sakit yang ditimbulkannya, tentu saja akan mengganngu aktivitas keseharian Anda. Selain itu, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kerusakan gigi akan bertambah parah sehingga harus dicabut. Untuk membantu Anda menghindari hal tersebut, berikut beberapa pengobatan alami yang bisa Anda coba di rumah.
Bawang putih
Bawang putih merupakan salah satu dari sekian banyak pengobatan yang diklaim efektif meredakan sakit gigi. Caranya, haluskan satu siung bawang putih dicampurkan dengan sedikit garam kasar kemudian tempatkan di area yang sakit. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit, bahkan kadang-kadang bisa menyembuhkan. Selain itu, ada baiknya mengunyah satu siung bawang putih setiap pagi. Cara ini bisa menjaga agar gigi yang telah disembuhkan semakin kuat dan sehat.
Bawang merah
Penelitian membuktikan kalau bawang merah mengandung komponen antibakteri. Mengonsumsi satu bawang merah setiap hari dengan cara mengunyah terbukti bisa melindungi dari berbagai gangguan gigi. Mengunyah bawang merah selama 3 menit dinyatakan cukup untuk membunuh semua kuman di mulut. Dan Anda bisa meredakan gigi yang sedang sakit dengan cara menempatkan sepotong kecil bawang merah di area gigi atau gusi yang sakit.
Jeruk limau
Jeruk limau, sebagai sumber yang kaya vitamin C, sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan gigi dan tulang di bagian tubuh lainnya. Jeruk limau dinyatakan bisa mencegah gigi berlubang dan gigi tanggal, pembentukan plak gigi, sakit gigi, dan perdarahan pada gusi.
Minyak Cengkeh
Cengkeh dinyatakan efektif meredakan sakit gigi. Selain itu, cengkeh juga mengurangi infeksi karena mengandung properti antiseptik. Caranya, oleskan minyak cengkeh ke lubang gigi yang mengalami kerusakan. Cara ini juga bisa meredakan sakit gigi.
Tepung lada
Campuran sedikit tepung lada dengan 1/4 sendok teh garam dinyatakan sangat bagus untuk menjaga kebersihan gigi. Jika digunakan secara teratur setiap hari bisa mencegah gigi berlubang, nafas bau, gusi berdarah, sakit gusi, dan sakit gigi. Selain itu juga bisa mengatasi masalah gigi sensitif. Untuk meredakan sakit gigi, Anda bisa menempatkan campuran tepung lada dan minyak cengkeh ke dalam lubang gigi.
(sumber:mediaindonesia.com).
Bawang putih
Bawang putih merupakan salah satu dari sekian banyak pengobatan yang diklaim efektif meredakan sakit gigi. Caranya, haluskan satu siung bawang putih dicampurkan dengan sedikit garam kasar kemudian tempatkan di area yang sakit. Cara ini dinyatakan bisa meredakan rasa sakit, bahkan kadang-kadang bisa menyembuhkan. Selain itu, ada baiknya mengunyah satu siung bawang putih setiap pagi. Cara ini bisa menjaga agar gigi yang telah disembuhkan semakin kuat dan sehat.
Bawang merah
Penelitian membuktikan kalau bawang merah mengandung komponen antibakteri. Mengonsumsi satu bawang merah setiap hari dengan cara mengunyah terbukti bisa melindungi dari berbagai gangguan gigi. Mengunyah bawang merah selama 3 menit dinyatakan cukup untuk membunuh semua kuman di mulut. Dan Anda bisa meredakan gigi yang sedang sakit dengan cara menempatkan sepotong kecil bawang merah di area gigi atau gusi yang sakit.
Jeruk limau
Jeruk limau, sebagai sumber yang kaya vitamin C, sangat bermanfaat dalam mempertahankan kesehatan gigi dan tulang di bagian tubuh lainnya. Jeruk limau dinyatakan bisa mencegah gigi berlubang dan gigi tanggal, pembentukan plak gigi, sakit gigi, dan perdarahan pada gusi.
Minyak Cengkeh
Cengkeh dinyatakan efektif meredakan sakit gigi. Selain itu, cengkeh juga mengurangi infeksi karena mengandung properti antiseptik. Caranya, oleskan minyak cengkeh ke lubang gigi yang mengalami kerusakan. Cara ini juga bisa meredakan sakit gigi.
Tepung lada
Campuran sedikit tepung lada dengan 1/4 sendok teh garam dinyatakan sangat bagus untuk menjaga kebersihan gigi. Jika digunakan secara teratur setiap hari bisa mencegah gigi berlubang, nafas bau, gusi berdarah, sakit gusi, dan sakit gigi. Selain itu juga bisa mengatasi masalah gigi sensitif. Untuk meredakan sakit gigi, Anda bisa menempatkan campuran tepung lada dan minyak cengkeh ke dalam lubang gigi.
(sumber:mediaindonesia.com).
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
17.29
Pernahkah Anda menjadi bahan omongan sesama rekan kerja? Tentunya hal tersebut tidak menyenangkan. Apalagi ketika baru mendapat kenaikan jabatan dan disebut prestasi itu bukan karena kinerja Anda semata.
Perasaan iri orang lain atas prestasi Anda bisa mengganggu kebahagiaan yang didapat atas kenaikan jabatan. Saat Anda sudah bekerja keras, sementara karyawan lain menganggap Anda mendapat promosi karena kedekatan dengan atasan atau kecantikan semata, tentunya hal itu membuat kesal.
Pakar dari Experd Consultant, perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi pengembangan sumber daya manusia, Cherry Zulviyanti Riadi Lukman melihat hal itu umum terjadi dalam lingkungan kerja. Sekarang tinggal bagaimana Anda menyikapi semua itu dengan positif, tidak stres atau malah terpuruk.
"Ini justru menjadi tantangan. Bagaimana caranya supaya dia mendekatkan dirinya serta merangkul pihak-pihak serta rekan-rekan yang tidak suka dengan kesuksesan itu," jelas Cherry yang menjabat sebagai Chief Consultan Assessment di Experd Consultan itu saat diwawancara wolipop, Rabu (9/1/2013).
Apa yang harus dilakukan agar bisa merangkul pihak-pihak yang iri dengan kesuksesan Anda itu? Saran dari Cherry, cobalah kembangkan interaksi sosial Anda dengan karyawan lainnya. Misalnya dengan makan siang bersama atau melakukan kegiatan menyenangkan lain di luar jam kantor.
"Jangan menunjukkan bahwa kita menunjatuhkan mereka. Kita tunjukkan bahwa kita bisa bersama-sama mencapai prestasi yang lebih baik lagi," tambah Cherry.
Kalaupun omongan negatif itu tetap ada, yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak mempedulikannya. Anggap saja omongan itu tidak pernah ada dan tetaplah bekerja secara maksimal. Menurut Cherry, jangan juga Anda menghindari atau justru mencari-cari dukungan dari karyawan lain dan mengajak mereka membenci pihak yang iri tersebut.
"Dari situ bisa terlihat bahwa kita bisa lebih matang, tidak emosional dalam bekerja, persaingan kerja juga positif. Lingkungan sekitar juga akan menilai sendiri," pungkas wanita yang sudah enam tahun bekerja di Experd Consultant itu.(aln/aln)
Perasaan iri orang lain atas prestasi Anda bisa mengganggu kebahagiaan yang didapat atas kenaikan jabatan. Saat Anda sudah bekerja keras, sementara karyawan lain menganggap Anda mendapat promosi karena kedekatan dengan atasan atau kecantikan semata, tentunya hal itu membuat kesal.
Pakar dari Experd Consultant, perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi pengembangan sumber daya manusia, Cherry Zulviyanti Riadi Lukman melihat hal itu umum terjadi dalam lingkungan kerja. Sekarang tinggal bagaimana Anda menyikapi semua itu dengan positif, tidak stres atau malah terpuruk.
"Ini justru menjadi tantangan. Bagaimana caranya supaya dia mendekatkan dirinya serta merangkul pihak-pihak serta rekan-rekan yang tidak suka dengan kesuksesan itu," jelas Cherry yang menjabat sebagai Chief Consultan Assessment di Experd Consultan itu saat diwawancara wolipop, Rabu (9/1/2013).
Apa yang harus dilakukan agar bisa merangkul pihak-pihak yang iri dengan kesuksesan Anda itu? Saran dari Cherry, cobalah kembangkan interaksi sosial Anda dengan karyawan lainnya. Misalnya dengan makan siang bersama atau melakukan kegiatan menyenangkan lain di luar jam kantor.
"Jangan menunjukkan bahwa kita menunjatuhkan mereka. Kita tunjukkan bahwa kita bisa bersama-sama mencapai prestasi yang lebih baik lagi," tambah Cherry.
Kalaupun omongan negatif itu tetap ada, yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak mempedulikannya. Anggap saja omongan itu tidak pernah ada dan tetaplah bekerja secara maksimal. Menurut Cherry, jangan juga Anda menghindari atau justru mencari-cari dukungan dari karyawan lain dan mengajak mereka membenci pihak yang iri tersebut.
"Dari situ bisa terlihat bahwa kita bisa lebih matang, tidak emosional dalam bekerja, persaingan kerja juga positif. Lingkungan sekitar juga akan menilai sendiri," pungkas wanita yang sudah enam tahun bekerja di Experd Consultant itu.(aln/aln)
sumber: wolipop.com
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
17.26
Tidak semua orang nyaman ketika di foto. Banyak dari mereka yang juga sering menghapus foto yang di-tag oleh teman di Facebook, karena merasa malu dengan wajah yang aneh saat di foto.
Keith Lathrop, fotografer yang berbasis di New York mengatakan, agar menjadi fotogenik, Anda harus mengetahui tubuh Anda.
"Setiap orang memiliki sudut terbaik, sehingga Anda harus terus mencari dan berani di foto untuk menemukannya," papar Lathrop.
Seperti dirangkum dari Glo.MSN, berikut beberapa tips agar Anda terlihat menarik saat di foto. Ini dia!
1. Ketahui Angle Terbaik
Menurut Lathrop, ketahui semua tentang angle. "Dasar praktis adalah sudut tiga perempat," paparnya.
"Dalam posisi berdiri atau duduk, pastikan selalu posisi bahu dan pinggul berada di angle kamera" tambah Lathrop
Dengan pose seperti ini, Anda terlihat lebih langsing. Untuk posisi duduk, Lathrop menyarankan untuk menyilangkan kaki Anda di lutut. Posisi ini akan mengkamuflase penampilan selulit.
2. Pose
Bingung tangan harus diletakkan di mana? Lathrop menyarankan, tempatkan tangan di pinggul dan tumpukan berat badan di salah satu kaki. Jika Anda lebih besar di tengah, cobalah tempatkan tangan Anda di pinggang bukan pinggul. Untuk menonjolkan bagian terkecil dari pinggang Anda.
3. Memakai Warna Netral
Fotografer dan make-up artist setuju untuk menggunakan warna-warna netral saat di foto. Gunakan make-up dan pakaian dengan warna hangat dan netral. Lathrop merekomendasikan nuansa coklat, kuning gading dan oranye untuk pakaian.
Make-up artist, Travis Culberson menyarankan untuk menggunakan warna pink untuk rias wajah. "Warna pink muda merupakan make-up terbaik."
Pastikan, warna-warna yang digunakan dekat dengan warna kulit sehingga meminimalisir kesalahan fashion, terutama di bawah cahaya terang atau flash.
4. Membersihkan Wajah dan Menerapkan Make-up
Rahasia foto yang sempurna adalah wajah yang bersih. "Anda harus membersihkan wajah dengan make-up remover, sabun dan toner lalu terapkan pelembab."
Make-up artist yang pernah bekerja untuk Tyra Banks Show itu menyarankan untuk menggunakan concealer meskipun wajah Anda putih dan tanpa noda. Gunanya untuk meratakan warna kulit.
5. Percaya Diri
Banyak yang mengatakan, 'percaya diri adalah aksesori terbaik'. Lathrop mengatakan, cara terbaik untuk wajah rileks adalah senyum lebar dan angkat alis Anda. Memang tidak mudah untuk tetap menjaga ekspresi natural. Untuk mendapatkannya, sebelum memulai pose, hitung '1,2,3 lalu katakan cheese!' untuk membuat senyuman lebih lepas.(kik/kik)
Keith Lathrop, fotografer yang berbasis di New York mengatakan, agar menjadi fotogenik, Anda harus mengetahui tubuh Anda.
"Setiap orang memiliki sudut terbaik, sehingga Anda harus terus mencari dan berani di foto untuk menemukannya," papar Lathrop.
Seperti dirangkum dari Glo.MSN, berikut beberapa tips agar Anda terlihat menarik saat di foto. Ini dia!
1. Ketahui Angle Terbaik
Menurut Lathrop, ketahui semua tentang angle. "Dasar praktis adalah sudut tiga perempat," paparnya.
"Dalam posisi berdiri atau duduk, pastikan selalu posisi bahu dan pinggul berada di angle kamera" tambah Lathrop
Dengan pose seperti ini, Anda terlihat lebih langsing. Untuk posisi duduk, Lathrop menyarankan untuk menyilangkan kaki Anda di lutut. Posisi ini akan mengkamuflase penampilan selulit.
2. Pose
Bingung tangan harus diletakkan di mana? Lathrop menyarankan, tempatkan tangan di pinggul dan tumpukan berat badan di salah satu kaki. Jika Anda lebih besar di tengah, cobalah tempatkan tangan Anda di pinggang bukan pinggul. Untuk menonjolkan bagian terkecil dari pinggang Anda.
3. Memakai Warna Netral
Fotografer dan make-up artist setuju untuk menggunakan warna-warna netral saat di foto. Gunakan make-up dan pakaian dengan warna hangat dan netral. Lathrop merekomendasikan nuansa coklat, kuning gading dan oranye untuk pakaian.
Make-up artist, Travis Culberson menyarankan untuk menggunakan warna pink untuk rias wajah. "Warna pink muda merupakan make-up terbaik."
Pastikan, warna-warna yang digunakan dekat dengan warna kulit sehingga meminimalisir kesalahan fashion, terutama di bawah cahaya terang atau flash.
4. Membersihkan Wajah dan Menerapkan Make-up
Rahasia foto yang sempurna adalah wajah yang bersih. "Anda harus membersihkan wajah dengan make-up remover, sabun dan toner lalu terapkan pelembab."
Make-up artist yang pernah bekerja untuk Tyra Banks Show itu menyarankan untuk menggunakan concealer meskipun wajah Anda putih dan tanpa noda. Gunanya untuk meratakan warna kulit.
5. Percaya Diri
Banyak yang mengatakan, 'percaya diri adalah aksesori terbaik'. Lathrop mengatakan, cara terbaik untuk wajah rileks adalah senyum lebar dan angkat alis Anda. Memang tidak mudah untuk tetap menjaga ekspresi natural. Untuk mendapatkannya, sebelum memulai pose, hitung '1,2,3 lalu katakan cheese!' untuk membuat senyuman lebih lepas.(kik/kik)
sumber:wolipop.com
►Diposting oleh
:Unknown
:
di
17.22
Langganan:
Postingan (Atom)





